Ini Amanah Kiai Marzuki Mustamar saat Turba PWNU Jatim di BanyuwangiPWNU Jatim

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar saat acara turba di PCNU Banyuwangi. (FOTO: Wafa/NUOB)

Banyuwangi, NUOB

Pengurus Wilayah Nahdlatul ulama (PWNU) Jawa Timur memberikan berbagai amanah kepada Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi. Nantinya amanah tersebut diharapkan bisa di pertimbangkan dan direalisasikan untuk kemajuan warga Nahdliyyin Bumi Blambangan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar saat acara penutupan turba yang bertempat di aula PCNU Banyuwangi, Senin (8/11/2021).

"Saya minta tolong rumah sakit NU di urusi sekiranya belum di urusi dan sempurnakan, bentuk panitia pra pembangunan, panitia pembangunan, alat kesehatan dan medis, juga panitia rekrutmen pegawai dan manajemen," kata KH Marzuki Mustamar.


Selain itu, Kiai Marzuki meminta untuk melakukan kaderisasi sejak dini dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang sudah mulai terlihat potensinya maupun memberikan bantuan dan pemberdayaan kepada darul aitam atau panti asuhan.

"program beasiswa dan pemberdayaan ini bisa dilakukan PCNU bersama Lazisnu, pengusaha (donatur) maupun bekerja sama dengan pemerintah kabupaten," Tambahnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri pula oleh perwakilan seluruh lembaga dan badan otonom (Banom) NU se-Banyuwangi tersebut, Kiai Marzuki juga menghimbau kepada para perwakilan yang hadir untuk menyisihkan sebagian kecil rezeki agar rumah sakit kedua NU di Banyuwangi bisa segera berdiri.

"Dimohon untuk seluruhnya khususnya Lazisnu dan LP Ma'arif untuk melaksanakan kembali kotak amal dan sedekah jumat yang nantinya beberapa persen yg di dapat di sumbangkan untuk pembangun RSNU," ujar Kiai Marzuki.


Diakhir penyampaiannya, Kiai Marzuki mengingatkan kepada seluruh perwakilan yang hadir pada acara turba Jatim di Banyuwangi ini untuk terus berpegang pada prinsip wasathon atau pertengahan, yakni bisa bersikap adil dan memberi solusi.

"Kita kader NU harus mampu menyikapi segala persoalan dengan hati-hati. tidak fanatik dan berat sebelah," tutupnya. (Vin/NUOB)

Editor: Riswan Efendi