Panglima TNI, Kapolri bersama Ketua PCNU Tinjau Langsung Vaksinasi di RSNU Banyuwangi

$rows[judul]

Banyuwangi, NUOB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan serbuan vaksinasi di RSNU Mangir. Kegiatan vaksinasi ini digelar oleh TNI-POlRI bekerja sama dengan PCNU Banyuwangi.

Untuk diketahui, kegiatan serbuan vaksinasi ini merupakan inisiasi TNI-POLRI dan PCNU Banyuwangi yang dilaksanakan secara serentak di 45 titik yaitu RSNU Mangir Banyuwangi dan 25 Kecamatan di Kabupaten, Banyuwangi.

Lokasi utama pelaksanaan kegiatan Serbuan Vaksinasi ini adalah RSNU Mangir Banyuwangi, sedangkan 25 Kecamatan melaksanakan di masing-masing Puskesmas.

Total target vaksinasi sebanyak 15.000 dosis suntikan. Dengan rincian, 1.000 dosis untuk RSNU Mangir dan 14.000 dosis untuk 25 Kecamatan.

Gus Makki, selaku Ketua PCNU mengungkapkan bahwa Tokoh Agama, Tokoh Ulama, Dan Umaroh harus saling bersatu. Karena Ulama Dan Tokoh Agama memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan".

"Peran tokoh-tokoh ini di semua kalangan (Agama, ulam Dan Umaro') Bisa membimbing masyarakat, membawa masyarakat untuk menuju masyarakat yang sejahtera," Ujar Gus Makki.

Sementara itu, Kapolri Jendral Polisi Lestyo Sigit menjelaskan sinergitas dengan PCNU Banyuwangi dan stakeholder lainnya bertujuan untuk mengejar target vaksinasi sebesar 70 persen yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Sigit berharap vaksinasi terus dipercepat.

"Jadi target kami bagaimana dalam satu hari bisa dilaksanakan dua juta untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan ini perlu kerja keras kita semua, gabungan dari seluruh tenaga vaksinator untuk bersama-sama bersinergi, bersatu padu, sehingga target pencapaian ini bisa tercapai dan ini tentunya harapan kita semua," Ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Panglima TNI dalam sambutan arahannya dengan tegas menjelaskan bahwa sinergitas seluruh kalangan diperlukan dalam rangka bersama-sama menekan angka positif Covid 19 ini.

"Kunci kesuksesan dalam rangka mencegah penyebaran Covid 19 ini adalah kedisiplinan, sami'na wato'na, kami dengar, dan kami patuh, jadi peran tokoh agama, umaro' dan tokoh masyarakat sangat penting dalam hal ini," Jelas Marsekal Hadi. 

"Mari kita sama-sama untuk menyamakan langkah, menyamakan ritme Dan untuk menjaga agar tidak terjadi lagi ledakan kasus COVID-19," Tegas panglima TNI. (hilmy/nuob)