Parade "Jodang Singkal" Cara Unik Warga Pakis Rayakan Maulid Nabi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Parade "Jodang Singkal" saat berkeliling kampung rowo dan sekitarnya.

Banyuwangi, NUOB- Ada banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat Banyuwangi untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad, salah satunya yang dilakukan oleh warga NU Kelurahan Pakis, Lingkungan Rowo. 

Pasca pembacaan Maulid Barjanzi di Masjid Al-Huda Pakis Lingkungan Rowo, segenap warga, berbondong-bondong menuju halaman Masjid untuk menyiapkan parade konvoi "Jodang Singkal", singkal adalah kata yang digunakan oleh masyarakat osing  untuk menyebut alat atau mesin pembajak sawah. 

Untuk parade kali ini, Panitia yang digawangi oleh Remaja Masjid Al-Huda Kelurahan Pakis Lingkungan Rowo telah meyiapkan 17 Singkal Mesin (baca:traktor) 5 Mobil Pickup yang dipenuhi dengan hiasan kembang endhog atau jodang yang kemudian diarak keliling kampung.

Ditemui di sela-sela acara Nurul Hakim selaku panitia kegiatan menyampaikan bahwa parade "Jodang Singkal" kali ini merupakan bentuk syukur warga Pakis atas kelahiran Nabi Muhammad. Menurut Hakim, sebagai umat islam adanya kita semua tidak terlepas dari dilahirkanya Rosululloh. Selain itu "singkal" atau traktor adalah alat utama yang digunakan oleh masyarakat Pakis Rowo dalam mencari rizki untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. 

"Bagaimanapun juga adanya kita karena adanya kanjeng Nabi, dan Singkal adalah alat yang digunakan masyarakat pakis rowo untuk bekerja dengan itu kita bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, ungkap Hakim kepada NU Online Banyuwangi, Selasa (19/10) pagi.

Sementara itu, para peternak bebek petelur yang dikordinatori oleh Muhlasin menyumbangkan telur bebek sejumlah 3.000 butir untuk keperluan hiasan Jodang.

"Selain bertani, warga pakis juga banyak yang punya bebek, Alhamdulillah kami semua kompak untuk menyumbangkan telur bebek sebagai rasa syukur kami untuk perayaan maulid," ujar Muhlasin.

Kegiatan parade "Jodang Singkal" kali ini dimulai dari Halaman Masjid, keliling kampung melewati area persawan warga dan kembali ke halaman Masjid, dilanjutkan dengan Tausyiah Maulid yang disampaikan KH. Imam Syafi'i sebagai Wakil Rois Syuriah PCNU Banyuwangi dan diakhiri dengan makan bersama. (Noe)