Patut Dicontoh, Ketua PWNU Jatim dan PCNU Banyuwangi Berebut Cium TanganPWNU Jatim

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar dan Ketua PCNU Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini saat berebut mencium tangan. (FOTO: Wafa/NUOB)

BANYUWANGI, NUOB

Ada momen unik saat penyambutan kedatangan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar di lokasi pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU 2). Pasalnya Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU Banyuwangi), KH Ali Makki Zaini dan Ketua PWNU Jatim saling berebut mencium tangan, Ahad (7/11/2021).

Sontak hal ini menjadi perhatian bagi seluruh jajaran pengurus yang saat itu hadir. Sehingga momentum haru bercampur canda mengiringi dua tokoh ulama kharismatik tersebut.


Dalam agendanya, Ketua PWNU didampingi oleh seluruh jajaran Tanfidziyah serta Rois Syuriah NU Jawa Timur meninjau lokasi pembangunan RSNU 2. Acara ini juga merupakan rangkaian dari Turba PWNU Jatim di Kabupaten Banyuwangi.

Bertempat di Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, Kecamatan dan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, pada acara ini juga turut diikuti oleh jajaran pengurus Tanfidziyah dan Rois Syuriah PCNU Bumi Blambangan.

Momen akrab yang berlangsung di lokasi pembangunan RSNU 2 Banyuwangi juga terlihat ketika dua ulama ini saling merangkul satu sama lain.


Sehingga pada acara peninjauan lokasi pembangunan RSNU tersebut menjadi lebih cair dan penuh dengan makna adab seorang ulama.

Dalam kesempatan Turba Silaturahim dan Konsolidasi Jam'iyah, Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar menyampaikan agar pembangunan RSNU 2 Banyuwangi bisa berjalan dengan maksimal. 

"Saya minta tolong rumah sakit NU di urusi sekiranya belum di urusi dan sempurnakan, bentuk panitia pra pembangunan, panitia pembangunan, alat kesehatan dan medis, juga panitia rekrutmen pegawai dan manajemen," kata KH Marzuki Mustamar.

Selain itu untuk meningkatkan manfaat melalui semboyan melayani yang belum terlayani dan menjangkau yang belum terjangkau, KH Marzuki Mustamar berharap agar PCNU Kabupaten Banyuwangi bisa melakukan kaderisasi sejak dini. 

Yakni dengan cara memberikan beasiswa kepada kader NU, selain itu adanya bantuan dan pemberdayaan kepada darul aitam atau panti asuhan juga bisa menjadi upaya dalam meningkatkan sumberdaya manusia warga Nahdliyyin.

"program beasiswa dan pemberdayaan ini bisa dilakukan PCNU bersama Lazisnu, pengusaha atau donatur maupun bekerja sama dengan pemerintah kabupaten," ucap, KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. (Mas Ris/NUOB)