Pelajar NU Tegalsari Adakan Selapanan, Apa itu?

$rows[judul] Keterangan Gambar : Abdul Fatah Hasan, Pengasuh PP. Al-Huda Tegalsari saat membuka kegiatan Majelis Dzikrul Khofy Sirul Asrar bersama IPNU-IPPNU Tegalsari

Tegalsari, NUOB- Kegiatan Dzikir dan Sholawat oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) & Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Tegalsari yang dilaksanakan di Rumah Belajar Nusantara (RBN) Desa Tegalsari tiap hari Selasa Kliwon yang disebut dengan selapanan.

“Kegiatan tiap 35 hari sekali atau dalam tradisi jawa-nya selapanan ini kami istiqomahkan untuk rutin diadakan bersama Majelis Dzikrul Khofy Sirul Asrar asuhan Gus Abdul Fatah Hasan PP. Al-Huda Blimbingsari Tegalsari yang merupakan Alumni IPNU juga pembina kami,” tutur Alvin Dwiki Bastiar, Pengurus IPNU Tegalsari.

Alvin menambahkan, pada awalnya kegiatan ini hanya khusus internal IPNU IPPNU di Tegalsari namun lambat laun ada inisiatif untuk mengajak Pengurus NU dan masyarakat sekitar. Namun kegiatan yang sudah berjalan 1,5 tahun ini akhirnya didukung penuh oleh Ranting NU Tegalsari, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, Banser, NU Care-LAZISNU, Alumni IPNU IPPNU Tegalsari dan masyarakat sekitar Rumah Belajar Nusantara.

“Kegiatan ini juga sebagai sarana dakwah IPNU IPPNU untuk survive di masyarakat, terbukti setelah diadakan untuk umum dan dilaksanakan dengan berpindah tempat, masyarakat semakin antusias untuk turut andil dalam Dzikir & Sholawat, bahkan untuk konsumsi langsung ditanggung masyarakat secara sukarela,” ujarnya

Dalam kesempatan kali ini, Ustadz Mashari Muchsin Pengasuh Majelis Ta'lim Al-Hidayah Bangosere Bangorejo hadir sebagai pembicara dan menyampaikan terkait menata niat dalam sebuah majelis ilmu untuk belajar.

“Harus pandai menata niat dalam majelis, niat untuk mencari ilmu. Sebab ada maqolah yang berbunyi ‘Jika ingin menggapai urusan dunia maka dengan ilmu, jika ingin menggapai urusan akhirat maka dengan ilmu, jika ingin menggapai keduanya juga dengan ilmu’,” tegas Ust. Muchsin.

Lebih lanjut, Ust. Muchsin mengajak kepada semua yang hadir untuk tetap istiqomah dengan berdzikir karena begitu dahsyatnya keutamaan dzikir.

“Selain menjauhkan maksiat, dzikir juga dapat menghapus dosa yang pernah dilakukan sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-Ahzab:35 yang artinya  laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar,” pungkas beliau.

Kegiatan Dzikir dan Sholawat diakhiri dengan Do’a yang sekaligus momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2021. (Gufron/Vina)