Serbuan Vaksinasi Maritim Percepatan Vaksinasi untuk Pemulihan Banyuwangi

$rows[judul]

Banyuwangi, NUOB- Puncak acara serbuan Vaksinasi maritim bersama Panglima TNI, Kapolri, PCNU dan Bupati Banyuwangi dilaksanakan di RSNU, Mangir, Rogojampi. Selain di RSNU Vaksinasi massal juga dilakukan secara serentak di seluruh Puskesmas Banyuwangi, dan langsung dilakukan monitoring oleh komponen-komponen yang bersangkutan.

Sekitar 15.000 dosis vaksin sinovac baik 1 maupun 2 tersebar secara merata baik di semua puskemas maupun RSNU sebagai pusat pelaksana.

Marsekal Dr. Hadi Tjahjanto (Panglima TNI), Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (Kapolri), KH. Ali Makki Zaini (PCNU) dan Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Festiandani meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan di halaman RSNU.

Rahayu, salah satu peserta vaksin dari Kalipuro beranggapan bahwa Banyuwangi sudah melakukan langkah terbaik dengan bekerjasama dengan ormas maupun instansi untuk mempercepat penulihan Banyuwangi. Baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun kesejahteraan rakyat. 

Mahasiswa STIKES Banyuwangi tersebut juga menanggapi terkait ramainya orang bervaksin dikarenakan sebab tertentu. Seperti persyaratan administrasi negara, maupun administrasi sekolah. 

"Meskipun hal itu terjadi, saya kira tidak masalah. Karena pada masa ini memang masyarakat  dituntut untuk saling berperan aktif dalam penanganan covid. Berbeda-beda pendapat, saya pikir adalah hal biasa. Tapi yang patut kita garis bawahi adalah bagaimana kita sebagai per individu mampu untuk menunjukkan saling menghargai dan melindungi. Salah satunya dengan mengikuti anjuran pemerintah." Tuturnya.

Hal ini turut mengamini apa yang sudah disampaikan oleh KH. Ali Makki Zaini dalam sambutan singkatnya "Menjadi kebanggaan bagi kami, turut serta dalam membantu dan membangun masyarakat untuk mempercepat proses vaksinasi di Banyuwangi. Meskipun Banyuwangi sudah berada pada level 1, namun seperti halnya yang tercetus dalam  nilai-nilai Pancasila, bahwasanya setiap komponen dan sub-sub bagian dari masyarakat haruslah mendapat keadilan, baik dari segi ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya".

Semakin cepat langkah yang diambil untuk penanganan kesehatan, akan semakin memudahkan aspek lain untuk berkembang. 

Surutnya wisata akibat pandemi, turut menjadi tambahan poin peningkatan angka kemiskinan di Banyuwangi.

Beruntunglah, Pemerintah Daerah Banyuwangi menyediakan berbagai macam penawaran untuk meningkatkan ekonomi. Semacam halnya Jagoan Bisnis, UMKM Naik Kelas dan lain sebagainya.

Mengapa hal ini kemudian menjadi pokok pikiran lanjutan setelah kesehatan, mengutip apa yang sudah disampaikan Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Festiandani "Karena memang peningkatan ekonomi harus kita pikirkan sedini mungkin, agar peninjauan kesehatan dan dampaknya juga terselesaikan dengan baik serta stabil"

(fariha/nuob)