Unik, Apel Akbar HSN PCNU Banyuwangi Kenakan Baju Pramuka dan Sarung

$rows[judul] Keterangan Gambar : Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengenakan baju Pramuka di acara upacara HSN 2021 (Foto: Ali Wafa/NUOB)

Banyuwangi NUOB - Hal unik selalu ditunjukkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Banyuwangi, pada peringatan Hari Santri Nasional 2021. Para petugas, guru serta pengurus mengenakan baju Pramuka dengan atribut lengkapnya, serta mengenakan sarung seperti layaknya seorang santri. Sabtu (23/10/2021).

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Zaki Mubarok, mengungkapkan alasan upacara ini berbeda dengan upacara pada umumnya, hal ini menurutnya memiliki filosofi bahwa mengenakan atribut Pramuka menandakan bahwa Pramuka harus bisa menjadi apapun bahkan menjadi seorang santri.

"Alasan pertama, bahwa menggunakan baju Pramuka ini menandakan bahwa Pramuka harus bisa menjadi apa saja," ungkap Zaki sapaan akrabnya.

Alasan kedua lanjut Zaki, memakai sarung merupakan ciri khas seorang santri yang multi talenta, serta harus bisa segalanya. Bahkan dirinya mencontohkan tokoh negara yang juga seorang santri.

"Gusdur mantan presiden juga seorang santri, bahkan Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin kita yang sekarang juga seorang santri," papar Zaki.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Zaki mengungkapkan bahwa hari ini seorang Santri bukan lagi melawan penjajah atau musuh di medan perang, namun yang dilawan adalah kebodohan itu sendiri.

"Kalau dulu para ulama dan santri melawan penjajah selama 4 hari, sekarang kita melawan kebodohan kita sendiri, melawan kertas putih milik kita sendiri, apakah kita mampu mengisi kertas putih itu dengan ilmu yang kita miliki," paparnya.

Acara upacara Akbar yang bertempat di lapangan Persen desa Kedungsari kecamatan Tegaldlimo ini dihadiri oleh 2 ribu lebih peserta, baik dari kalangan pengurus NU, guru, dan siswa dari tingkat TK hingga SMA/SMK/MA se-kecamatan Tegaldlimo.